Pahami penyakit menorrhagia atau yang dikenal dengan haid berlebihan.

Haid berlebihan atau dalam medis yang dikenal dengan sebutan penyakit menorrhagia merupakan terjadi  keluarnya darah menstruasi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlampau banyak. Kita dapat ketahui dari selama masa menstruasi, pada umumnya atau secara normal darah yang dikeluarkan adalah 30-40 ml. Dan seorang wanita dianggap mengalami haid berlebihan jika kuantitas darah yang dia keluarkan berkisar antara 60-80 ml. Sebenarnya jumlah tersebut tidak bisa dijadikan patokan pasti karena jumlah darah menstruasi pada setiap wanita tentunya berbeda-beda.

Namun, untuk memudahkan dalam mengenali kondisi tersebut, kita dapat perhatikan beberapa banyaknya jumlah pembalut yang dihabiskan atau seringnya darah menembus pakaian ketika memakai pembalut atau tidak memakai pembalut. Dari tanda tersebut Anda bisa membandingkannya dengan menstruasi-menstruasi yang sebelumnya atau yang biasanya. Saran terbaik untuk mengobati rasa khawatir kita dalam haid berlebihan, lakukan konsultasi kepada dokter agar mendapatkan beberapa saran untuk masalah tersebut. Meskipun tidak selalu menjadi tanda dari suatu kondisi yang serius, haid berlebihan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari wanita yang mengalaminya, baik secara emosi, psikis, maupun sosial. Selain terlalu banyaknya darah yang dikeluarkan atau masa perdarahan yang cukup lama, rasa nyeri juga menjadi salah satu tanda dari penyakit menorrhagia tersebut atau dalam istilah lain haid berlebihan.

Umumnya dikenal dengan istilah nyeri haid (dysmenorrhea).[1] “dilansir dari laman Hellosehat” bahwasanya ada beberapa penyebab yang dapat menjadikan kondisi menorrhagia itu terjadi, diantaranya:

  • Hormon yang tidak seimbang

Pada siklus menstruasi normal, keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron mengatur penumpukan lapisan rahim (endometrium), yang ditumpahkan saat menstruasi. Jika hormon wanita tidak seimbang, endometrium berkembang secara berlebihan dan akhirnya membuat perdarahan berat saat menstruasi.

  • Ovarium tidak berfungsi semestinya

Disfungsi ovarium bisa menyebabkan hormon menjadi tidak seimbang. Dalam satu siklus menstruasi (biasanya sebulan), seharusnya sel telur dilepaskan untuk mempersiapkan pembuahan.

  • Proses lepasnya telur ini dikenal sebagai ovulasi. Jika ovarium Anda terganggu dan tidak melepaskan telur selama siklus menstruasi, tubuh tidak dapat memproduksi hormon progesteron.
  • Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah tumor non-kanker yang tumbuh di masa subur wanita. Tumor yang berukuran besar bisa menekan kandung kemih sehingga membuat pengidapnya sering buang air kecil. Selain itu, tumor yang berkembang di dinding rahim ini bisa menyebabkan perdarahan yang berat saat menstruasi.

  • Polip

Polip adalah daging kecil yang tumbuh pada lapisan rahim. Biasanya daging ini tergolong jinak dan tidak bersifat kanker. Meski jinak, pertumbuhan polip di rahim bisa menyebabkan masalah seperti menstruasi yang lebih lama, sering, atau bahkan tidak teratur.

  • Selain itu, darah yang keluar biasanya sangat banyak melebihi normal. Pada wanita yang telah menopause, polip juga bisa menyebabkan perdarahan yang seharusnya tidak terjadi. Untuk itu, jangan anggap enteng jika pascamenopause Anda masih mengalami perdarahan seperti haid.
  • Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi saat lapisan rahim (endometrium) menembus dindim otot rahim (miometrium). Adenomiosis merupakan satu dari banyak penyebab menstruasi berlebih pada wanita. Selain menyebabkan menorrhagia, adenomiosis juga membuat pengidapnya mengalami kram, perut bawah yang serasa tertekan, dan kembung.

  • Menggunakan IUD

IUD atau yang juga dikenal sebagai KB spiral memiliki efek samping, salah satunya adalah perdarahan hebat saat menstruasi. Kondisi ini juga menyebabkan pemakainya bisa mengalami perdarahan di antara siklus haid.

  • Obat-obatan tertentu

Obat antiradang, obat hormonal (estrogen dan progestin), dan antikoagulan (warfarin) dapat menyebabkan menstruasi berlebih yang berkepanjangan.

Adapun beberapa Faktor yang ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit menorrhagia tersebut. dan faktor tersebut sangat bervariasi. Namun, usia jadi salah satu faktor yang membuat wanita rentan mengalami perdarahan yang berlebihan ini. Perlu kita ketahui juga remaja perempuan yang baru saja haid dan wanita perimenopause termasuk golongan yang cenderung sering mengalami menorrhagia.

Sumber: Sehatq.com



[1] Sumber referensi Klikdokter.com

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*